Kemaren kemaren lusa, aku mimpi dapet surat dari seseorang... Begini nih isi suratnya:
To : Ukhti
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarokatuh,
Ukhti, salam kenal untukmu
yang sampai detik kutulis surat ini, aku belum pernah melihat dirimu apalagi
mendengar suaramu.
Ukhti, teringat tentang
kisah Khadijah binti Khuwailid, seorang wanita paling mulia di muka bumi ini,
teladan bagi setiap istri yang menginginkan gelar “sholehah”, wanita paling
utama di surga Allah, ibunda kaum muslim sampai akhir zaman, istri Rasulullah
saw yang paling beliau cintai.
Beliau hanya seorang janda
ketika menikah dengan Rasulullah saw, hanya seorang janda yang tidak lagi muda
namun masih menyisakan kecantikan masa mudanya, hanya seorang janda yang
memiliki karisma sehingga banyak pemuka Quraisy ingin menikahinya. Namun
begitu besar kemuliaannya sehingga ia menjadi satu-satunya manusia yang
mendapatkan salam dari Tuhannya dan dari malaikat Jibril.
Ukhti, kemuliaan Khadijah
bukan hanya karena ia adalah istri Rasulullah saw, bukan hanya karena ia adalah
bangsawan, bukan hanya karena ia adalah seorang kaya raya. Tapi
kemuliaan Khadijah adalah karena ia mencintai Rasulullah saw. Karena
ia beriman pada Rasulullah saw ketika yang lainnya tidak, ia memberikan
hartanya pada Rasulullah saw ketika yang lainnya memboikot Rasulullah saw, ia
membenarkan Rasulullah saw ketika yang lainnya mendustakan Rasulullah saw, ia
teguh di sisi Rasulullah saw ketika yang lainnya meninggalkan Rasulullah saw,
ia mencintai Rasulullah saw sebagai seorang istri. Begitu bahagianya
Rasulullah saw menjadi suaminya, hingga Rasulullah saw tidak menikah sewaktu ia
masih hidup, bahkan sampai Rasulullah saw wafat beliau tetap mencintainya, dan
hanya dari rahimnya yang suci Allah memberikan keturunan pada Rasulullah
saw. Dari rahimnya lahir Fatimah binti Muhammad, wanita paling mulia
di zamannya, wanita yang harus diteladani oleh seluruh wanita di muka bumi
karena kesetiaannya pada suaminya.
Ukhti, rasanya tidak perlu
menguntai kata begitu panjang untuk bercerita tentang Khadijah binti
Khuwailid. Toh, tinta emas pun tidak sanggup untuk menorehkan
kemuliaannya. Bahkan bidadari surga pun sangat cemburu padanya.
Ukhti, wanita sholehah
bukanlah wanita biasa yang hidup dengan biasa pula. Wanita sholehah
bukanlah wanita tanpa alpa dan dosa. Wanita sholehah juga bukanlah
wanita sempurna. Wanita sholehah adalah seorang istri yang patuh taat pada
suaminya. Jika dipandang ia menentramkan hati, diberi perintah ia
kerjakan sepenuh hati, ia menjaga harga dirinya dengan menutup auratnya, ia tidak
memasukkan orang yang tidak disukai suaminya dalam rumah mereka, ia tidak
berdua-duaan dengan pria lain, ia tidak mengeluh dengan kekurangan mereka, ia
setia meski hidup dalam kesusahan. Wanita sholehah adalah wanita
yang mampu membuat para bidadari surga cemburu padanya.
Bidadari surga? Siapa yang
tidak tahu? Bidadari surga, tubuhnya tidak pernah disentuh oleh pria selain
suaminya, wajahnya sangat rupawan, sangat setia pada suami-suami mereka,
bidadari surga duduk di atas dipan-dipan bertahtakan permata. Bidadari
surga, jika ia mengintip ke dunia, niscaya seluruh dunia akan dipenuhi
wanginya. Bidadari surga, penghuni-penghuni surga, istri para
sholihin.
Tapi bukankah Rasulullah
saw mengatakan, “wanita dunia lebih utama dari bidadari surga”, karena
sholatnya, puasanya, zakatnya, sedekahnya…, karena ketaatan pada suaminya…
Ukhti, engkau bukanlah
wanita yang utama seperti Khadijah atau Fatimah, dan suamimu pun bukanlah orang
semulia Rasulullah saw.
Tapi, jadilah wanita akhir
zaman yang berusaha menjadi sholehah…
Agar bidadari surga cemburu
padamu…
Dia, wanita beriman pada
Allah
Dia istiqomah, berbungkus
busana muslimah,
Dia khusyuk, dan jauhkan
bermegah-megah
Dia ramah, penjaga amanah,
Dia hiasan dunia paling
indah
Dia wanita nan tengah
dinanti-nanti surga
Dialah WANITA SHOLEHAH
Wassalam
No comments:
Post a Comment